Saturday, July 4, 2009

Javanese Folktales Tarot Sudah Terbit!!!



Setelah sekian lama akhirnya slaah satu obsesi gw tercapai. Javanese Folktales Tarot sudah resmi diterbitkan oleh publisher Adam McLean, penerbit di Glasgow Inggris, yang memang sudah lama berkecimpung di bidang ini. Javanese Folktales Tarot menjadi limited edition artwork no.20 yang hanya ada 100 deck di seluruh dunia. Terima kasih banyak untuk Mr Adam atas bantuan dan perhatiannya. Semoga Javanese Folktales Tarot bisa mendapatkan tempatnya di hati para pecinta Tarot maupun budaya.

Karena tidak menerbitkan guidebook atau booklet maka dibuatlah website Javanese Folktales Tarot. Diharapkan website ini dapat membantu, terutama untuk mereka yang sudah membeli, supaya bisa lebih memahami Javanese Folktales Tarot yang idenya berbasis pada cerita rakyat Jawa.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan cek ke :
http://www.alchemywebsite.com/tarot/art_tarot20.html
http://javanesefolktalestarot.com


*glinding bahagia~*


Thursday, April 23, 2009

Thanks for being with me all this time...


Perlahan satu demi satu meninggalkan gw seolah saling menyusul. Altough emang gw rasa udah lifespannya. Pertama Embul pergi karena masalah pencernaan... Disusul Pichu yang meninggal mendadak padahal hari sebelumnya tidak ada tanda apa-apa. Lalu terakhir Kuro, setelah berhari-hari tidak bisa makan, kemarin akhirnya dia pun pergi seolah menyusul Pichu.

Thank you so much for being with me. Maaf kalau kadang gw ngga bisa jadi owner yang baik buat kalian. --; I'll miss you so much.


Saturday, April 11, 2009

Sour Sally vs Heavenly Blush ?




Suatu hari ketika sedang berjalan-jalan restaurant row lantai 3 di PIM2 gw sedang mencari tempat makan yang ngga berat (karenan siangnya bakal makan bareng sama temen), dan kemudian gw baru menyadari di deretan restoran depan bioskop XXI ternyata ada kedai frozen yoghurt bernama "Heavenly Blush". Pikiran pertama yang terlintas di kepala gw adalah "Saingan Sour Sally?".

Sistemnya hampir sama dengan Sour Sally, pilih rasa yang diinginkan dan kemudian pilih topingnya. Kisaran harganya juga hampir sama. Hanya saja variasi rasa Heavenly Blush lebih beragam. Bila Sour Sally terakhir saya lihat menyediakan 2 pilihan rasa yaitu original dan green tea, maka Heavenly Blush menyediakan 4 pilihan rasa yailu original, promegranate, peach, dan zero sugar. Denger-denger ada rasa green apple juga, tapi saya tidak lihat pilihan yang satu itu sewaktu berkunjung kesana. Saya rasa itu bisa menjadi daya jual Heavenly Blush karena membuat orang penasaran untuk mencoba masing-masing rasanya.

Saya pun memilih rasa yang zero sugar dan mencoba free sample yang rasa peach. Kesan saya rasanya lebih asam daripada Sour Sally. Unik dan menyegarkan, gw suka (Well, gw penggemar yoghurt so I quite like every taste of them =d) namun entah kenapa rasa Sour Sally selalu meninggalkan aftertaste yang enak dan berkesan di lidah. Belum tahu apakah setelah mencoba varian-varian rasa Heavenly Blush lainnya maka saya akan berubah pikiran atau tidak. ^^ Secara rasa gw lebih suka yang peach karena aftertastenya ngga membuat lidah gw cari-cari air mineral, tapi yang zero sugar juga lumayan dan sehat buat yang lagi diet. xD

Designwise, Heavenly Blush juga menggunakan permainan warna pink dan hijau seperti Sour Sally pada desain-desainnya, namun lebih striking dan stabilo. Interiornya juga beda dengan Sour Sally, ngga bertabur hijau dan pink dimana-mana tapi lebih banyak main putih. Mood-mood desainnya juga berbeda dengan Sour Sally. Kalau Sour Sally kesannya 'cewe' banget, maka Heavenly Blush moodnya rada universal dan sedikit berkesan pop.

Personally tapi gw lebih suka desain-desain Sour Sally karena jauh lebih unik dan playful (although I'm not sugesting Heavenly Blush ngikutin Sour Sally since masing2 harus punya unique point nya sendiri2). Gw suka dengan penggunaan karakter Sally nya serta paduan warna pilihan mereka yang actually adalah warna-warna favorit gw. Pertama kali melihat Sour Sally gw terkesima karena mereka memadukan pink dan hijau muda dengan sangat serasi dan bener-bener bikin gw pengen duduk disitu. Desain kartu mereka juga cute banget dan rasanya gw pengen daftar lebih for the sake of the card daripada demi yoghurtnya. ^^;

Mood Sour Sally yang berkesan 'luar negri' gw rasa juga yang bikin Sour Sally jadi tren baru sekarang-sekarang ini since klo liat fenomena Breadtalk, Starbucks, dan J.Co, konsumen Indo kayaknya mang berasa prestise kalau membelanjakan uang mereka untuk sesuatu yang sedang tren dan berkesan luar negri. ^^;

Niwei, entah bagaimana dengan pendapat yang lain. Gw sendiri suka dengan 2-2nya dan dengan keunikannya masing-masing. Gw harap baik Sour Sally maupun Heavenly Blush bisa makin maju dari hari ke hari. :) Hidup Yoghurt!!!


Sunday, April 5, 2009

Talkshow Sonora

Hari ini nambah lagi pengalaman hidup. Gw diajak ikutan talkshow oleh Kak Arleen di Sonora (92.00FM) dalam acara resensi buku jam 11 siang tadi, dimana buku Kumpulan Dongeng Kerajaan karya Arleen Amidjaja dibahas tuntas. Pertama kalinya seumur hidup gw masuk studio siar radio dan dapet pengalaman ikutan siaran menceritakan kisah-kisah selama pembuatan buku ini. xD;

Gw sendiri cukup sering dengerin Sonora karena radio ini on air terus 24 jam dan selalu nemenin gw begadang. Suara penyiarnya juga ok-ok dan lagu-lagu pilihannya lumayan. Agak kaget juga karena wujud asli penyiarnya beda sama bayangan gw dari suara mereka. ^^;

Selaen Kak Arleen, gw juga akhirnya bisa ketemu langsung dengan beberapa ilustrator lainnya yang juga berkolaborasi dalam buku ini. Gw seneng banget bisa berkenalan dengan mereka dan ketemu langsung juga dengan Kak Arleen sampe tadi ada seksi tanda-tangan mini segala. Thanks a lot buat semuanya dan semoga tali silaturahmi kita dapat tetap terjaga. :D

Thanks juga buat Sonora yang dah menayangkan suara kita semua. Semoga sukses selalu~

Friday, March 27, 2009

Bencana Situ Gintung

"Ka, kt nyokap gw di daerah cirendeu ada yang jebol. Lo ngga kena kan? :O"

Demikian sms teman gw yang membangunkan gw dari tidur-tidur ayam sekitar jam 10. Gw ngga tahu sama sekali soal banjir ato tanggul jebol dan gw malah ngga tau di deket rumah gw ada banjir. Tapi memang kemarin sore ada hujan es yang membuat tambelan kamar gw kembali bocor.

Kemudian gw pun bangun dan nyokap gw tiba-tiba muncul sambil cerita soal tanggul jebol dan bagaimana semuanya sudah menjadi tanah. Gw ngga terlalu mengerti apa maksud nyokap gw, tp yang gw tangkep saat itu, tambak kecil bokap gw untuk mengakomodasi hobi pelihara ikannya pun ludes dan hanya menyisakan seember ikan.

Ikan-ikan itulah yang menjadi pikiran gw serta bagaimana bokap gw merugi karena itu, sampai gw dan ade gw menyalakan televisi dan hampir semua channel (terutama yang ada berita) menayangkan informasi berita bencana Tanggul Situ Gintung dan membuat gw sadar eskalasi bencananya ngga sekedar masalah ikan yang menghilang. Banyak korban yang terluka, meninggal, atau masih hilang terseret arus. Sejauh ini sudah lebih dari 30 yang teridentifikasi meninggal.

Menurut berita, tanggul jebol dini hari ketika banyak orang yang masih terlelap atau sedang bersiap-siap sholat subuh. Hujan es dengan intensitas tinggi serta tanggul yang kondisinya sudah kurang baik pun menjadi bencana bagi penduduk di sekitarnya.

Melihat gambar rumah-rumah yang hancur itu terasa aneh karena itu kejadian yang terjadi di dekat daerah gw tinggal. Dan ketika pemilu begini gw prihatin karena partai biasanya bakal memanfaatkannya untuk sekalian kampanye.

Gw menucapkan turut berduka cita sebesar-besarnya bagi semua korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga korban yang meninggal diterima di sisiNya dan keluarga diberi ketabahan. Yang masih menghilang semoga dapat ditemukan dalam keadaan selamat. --;

Monday, February 16, 2009

Another Tag~

Dapet dari http://pu3w1tch.blogspot.com/2009/02/tagging-game.html so daku ikutan saja. =d

The rules are simple.

Use Google Image to search the answers to the questions below.

Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer.

After that tag 7 People.


1. The age of my next birthday

24








2. A place (or places) I’d like to travel to

North Pole














South Pole








3. A favorite place

Bedroom














4. A favorite food (s)

Sushi












Pizza









5. Favorite things

Teddy Bear













Books













6. Favorite Color

Pink

















Green














7. Where I was born

Jakarta
















8. A city I’ve lived in

Jakarta
















9. A nickname that I have

Maygreen










10. College Major

Desain Komunikasi Visual











11. Hobby

reading


















singing/music listening

















drawing


















12. Bad habit.

lazy

















gluttony












13. Name of my love

Senkichi (my dear bunny rabbit who already passed away T_T)




14. Wishlist

hidup bebas dari hutang















apartemen















mesin digital print A3 / fotokopi warna


























Sekarang gw tag siapa aja yang mao deh. ^^;;

Wednesday, February 11, 2009

Liputan

Hari ini gw diliput TV Nusantara dalam rangka program anak untuk ngasih tahu seputar profesi ilustrator dan komikus. Waktu terima email perkenalannya gw tegang banget dan ngeri membayangkan wajah konyol gw terpampang di layar kaca. Tapi seiring berjalannya waktu ketegangan berkurang dan pas syuting liputannya gw malah cukup rileks.

Thanks to that syutingnya berjalan cukup lancar dan makan waktu cuma pas gw memang sedang lagi gambar. Semoga hasilnya baik-baik saja. Gw sedikit menyesalkan kenapa pas sekarang justru jerawat-jerawat bermunculan di muka gw. Tp yah, mau gimana lagi... T___T Berkat wawancara itu gw pun bisa serius membereskan kamar gw yang sudah benar-benar kayak kapal pecah.

Thanks a lot buat TV Nusantara yang sudah mau datang kemari. Sukses selalu yaa. ^^

Monday, January 26, 2009

The Year of Ox~


Setahun sudah berlalu dan sudah tibalah tahun Kerbau. Konon di tahun ini sebagai warga shio Kerbau justru keberuntungannya ngga gede-gede amat dan mesti kerja keras (tp rasanya tiap tahun disuruhnya ya kerja keras =P) dan sepertinya sudah dimulai dengan jumlah duit angpao yang menipis dibanding kemaren2 serta cuaca berawan hari ini yang bikin gw ngga bisa liat gerhana matahari yang mungkin cuma ada sekali seumur hidup gw… ;_;
Tapi semoga tahun ini pun bisa membawa berkah buat gw dan keluarga serta kebahagiaan bagi semua orang. ^^

Gong Xi Fat Chai!!!
Happy Chinese New Year!!!


^^

Sunday, January 25, 2009

Jogja Jogja~

5 things I love about Jogja :

1. Objek Wisata (Sangat cantik dan kental nuansa budaya, luasnya wothed buat harga tiketnya yang ngga mahal amat. Buat pecinta seni/budaya/arkeologi pasti betah berlama-lama.)

2. TransJogja (Sarana transportasi yang amat sangat membantu. Bisa kemana2 di sekitar Jogja dengan 3000 rupiah sekali naek, bahkan sampe Prambanan.)

3. Makanan (Enak dan murah, 20rebu dah bisa buat makan sampe kenyang banget. Yang lebih mewah kayak 'Bale Raos' pun harganya masih reasonable.)

4. Suasana (Ngga seperti di Jakarta, jalan2 malem atau ke stasiun di Jogja ngga terlalu bikin waswas. Meski gw rasa bukannya ngga ada kriminalitas dan tetep aja harus hati-hati, tapi suasananya cukup bikin rileks kalau dibandingkan Jakarta.)

5. Informasi (Cukup terlihat jelas terutama dari pemandu wisata kalau mereka sangat well informed dan peduli dengan objek wisata yang mereka jaga. Sistem jalan di Jogja juga nga terlalu ribet sehingga mudah nanya arah kalau mang sampe ngga tau apa-apa)



Sekitar seminggu kemaren akhirnya kesampean juga gw jalan2 di Jogja xD. Bener-bener beda nuansanya kalau dibandingin dengan Jakarta. Sedikit nyesel gw belom cobain beberapa hal kayak nonton wayang ato Ramayana yang di Prambanan. Mungkin kapan2 gw bakal kesana lagi, dan next time gw nga bakal kejebak sama tukang becak. >,<

Thanks a lot buat Varly yang dah nemenin. Entah apa yang terjadi kalau gw sendirian disana. xD;;

Beberapa foto selama di Jogja :

Purawisata - Ramayana Ballet

Istana Air Taman Sari

Candi Prambanan

Candi Keraton Ratu Boko

Keraton Jogjakarta

^^v




Thursday, January 8, 2009

Tetralogi Laskar Pelangi - Andrea Hirata

Laskar Pelangi

Cukup lama setelah rilis baru gw tonton film fenomenal ini. Gw mau menunggu selesai
membaca novelnya dulu baru nonton filmnya. Kesan gw ketika selesai baca, novel ini agak terlalu hiperbola buat gw. Penggunaan timing waktu yang berlompatan di setiap ‘mozaik’nya cukup membuat gw bingung. Banyak hal-hal yang membuat gw sedikit berkerut kening (terutama kalau bagian Lintang sedang menjelaskan suatu ilmu) karena banyak kata-kata yang gw ngga ngerti. ^^;

Yah, mungkin gw nya juga yang kurang intelek, dan dalam bayangan gw ketika membaca Laskar Pelangi, gw sedang membaca sebuah novel cerita, bukan memoar seseorang sehingga rasanya aneh kalau anak-anak SD ini menggunakan kata-kata dengan penjelasan yang orang dewasa aja bisa kelimpungan. Endingnya yang ngegantung juga lumayan bikin gw bingung. Padahal kalau dipikir-pikir sekarang sebenarnya gantung karena memang belum selesai.

Tapi secara keseluruhan, Laskar Pelangi adalah novel yang sarat akan makna, suatu bentuk sastra yang mendobrak dan bermutu diantara sekian banyak bacaan populer lainnya, jenaka sekaligus mengharukan dan sangat berkesan di hati. Kisah perjuangan anak-anak Belitong untuk mengenyam pendidikan, kisah anak-anak Laskar Pelangi dengan keunikan dan kehebatan masing-masing. Memoar masa SD Andrea Hirata bersama.

Film Laskar Pelangi sendiri bisa menangkap novelnya dengan penyampaian yang baik meski alur ceritanya jauh diringkas. Karena filmnya lebih sebagai ‘cerita pendidikan’ maka ada beberapa hal yang berbeda dengan novelnya untuk menambah dramatisasi kisahnya. Yang jelas berbeda adalah adegan cerdas cermat, di film tingkat kesulitan soal-soal cerdas cermatnya lebih masuk akal dan peran Tora Sudiro sebagai guru SD PN bukan menjadi antagonis, tapi justru membantu anak-anak Laskar Pelangi dari SD Muhammadiyah ini. Pendidikan juga menjadi tema penting bagi film ini, jauh lebih ditekankan daripada di novelnya sendiri menurut gw.

Yang juga sangat gw sukai dari Laskar Pelangi ini adalah cinematografinya yang bisa banget mengisahkan keindahan alam Belitong serta suasana sosial masyarakatnya. Ditambah lagi dengan soundtrack dari Nidji yang cocok banget dengan inti novel dan filmnya. Laskar Pelangi adalah novel dan film yang patut diancungi jempol dan wajib dimiliki. Terutama novelnya, karena semua kebingungan dan keraguan gw ketika membaca Laskar Pelangi justru semakin memudar sampai hilang tanpa bekas ketika membaca lanjutan-lanjutan tetraloginya. ^^


Sang Pemimpi & Edensor

2 Judul ini gw review bersama karena aspek kedekatan ceritanya yang sangat terikat pada keberadaan tokoh Arai.

Entah apa karena gw semakin terbiasa dengan gaya bahasanya, atau karena tokoh-tokohnya beranjak lebih dewasa sehingga pembicaraan-pembicaraan ilmiah yang terjadi lebih bisa diterima otak gw, Sang Pemimpi dan Edensor bisa gw nikmati dengan sangat baik. Keduanya berfokus pada Ikal dan Arai dalam menjalani hidup penuh tantangan demi menggapai mimpi-mimpi mereka yang besar. Mulanya gw cukup bertanya-tanya kemana anggota-anggota Laskar Pelangi lainnya dan kenapa tidak diungkit-ungkit lagi. Tapi kemudian gw mencoba maklum mungkin pengarang ingin mengisahkan babak baru hidupnya mang memang tidak lagi berfokus pada Laskar Pelangi, melainkan pada sepupunya, Arai.

Sang Pemimpi mengisahkan Ikal dan Arai ketika beranjak remaja dengan kisah-kisah persahabatan mereka, bagaimana Arai selalu memberikan motivasi positif dalam kehidupan Ikal, sampai kemudian mereka mengadu nasib di Pulau Jawa dan berjuang mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Sorbonne, Perancis.

Sedang Edensor lebih menyuguhkan petualangan Ikal dan Arai ketika kuliah di Perancis, menjalani kehidupan mahasiswa S2 masih dengan mimpi-mimpi gila yang terwujud dengan petualangan backpacking mereka keliling Eropa sampai Afrika. Tokoh A Ling yang muncul di Laskar Pelangi, meski tidak muncul disini tapi menjadi motivasi penting bagi Ikal untuk menaklukan dunia. Kenapa judulnya Edensor? Kalau dibaca pasti akan tahu sendiri. xD

Seperti Laskar Pelangi, kedua buku ini membawa pembaca untuk berani bermimpi dan berani berjuang demi mimpi-mimpi itu. Membawa kita untuk selalu melihat hidup ini secara positif dan mengajarkan kalau kepesimisan hanya membatasi diri sendiri untuk menggapai mimpi. Bila memiliki Laskar Pelangi, maka 2 buku ini juga wajib dimiliki. Dan bila 3 buku tersebut sudah habis dibaca, berarti list selanjutnya untuk bacaan wajib adalah Maryamah Karpov.


Maryamah Karpov (Mimpi-Mimpi Lintang)

Maryamah Karpov adalah klimaks dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku ini gw nobatkan sebagai novel terbaik yang pernah gw baca sejauh ini. Gw benar-benar sudah bisa menikmati
gaya bahasanya di buku ke-4 ini dan perubahan dari ‘mozaik’ ke ‘mozaik’ nya dirancang dengan sangat pintar dan menggelitik. Maryamah Karpov juga gw rasa merupakan yang paling tebal diantara 4 novel itu.

Ada bagian yang jenaka, bagian yang mengharukan, ada juga bagian yang penuh petualangan dan menegangkan. Perbandingan kultural antara masing-masing ras penghuni Pulau Belitong juga digambarkan dengan detil disini sehingga sampai pertengahan novel tadinya gw kira Maryamah Karpov lebih membahas hal-hal kultural dibanding novel-novel sebelumnya. Pada Novel sebelumnya Andrea Hirata juga sering memberikan perbandingan kultural mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara yang satu kuliah dengannya. Namun di novel ini suasana budayanya benar-benar terasa buat gw (mungkin karena settingnya Indonesia). Meski demikian dari awal sampai akhir novel ini berhasil menyihir gw sehingga menjadi tergila-gila akan tetralogi fenomenal ini.

Kelemahannya adalah untuk menikmati novel ini secara utuh berarti harus membaca mulai dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, sampai Edensor. Karena Maryamah Karpov merupakan intisari semuanya dengan keberadaan Arai, anggota Laskar Pelangi, dan A Ling yang menjadi fokus penting dalam keseluruhan cerita.

Maryamah Karpov mengisahkan Ikal (sang penulis, Andrea Hirata) yang sudah menyelesaikan studi S2nya di Sorbonne, Perancis, dan kemudian kembali ke Belitong. Kembali ke realita Indonesia yang jelas berbeda dengan manisnya Paris (terutama secara transportasi), kembali ke keluarga yang sudah menantinya, kembali ke lingkungan tempat ia besar sejak lahir. Kisah kemudian bergulir ketika Ikal kemudian menemukan petunjuk penting akan keberadaan A Ling dan berjuang mati-matian meski menghadapi cemoohan banyak orang untuk menemukan cinta pertamanya itu, meski harus mempertaruhkan nyawa mati ditelan laut atau dibunuh kaum Lanun.

Ending Maryamah Karpov juga sangat-sangat berkesan dan justru sangat rasional terjadi, namun penempatannya membuat pembaca bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Ikal dalam menghadapi masalah yang jauh lebih berat daripada perjuangan keliling dunia maupun berlayar menuju sarang bajak laut Malaka. (Atau apakah Tetralogi ini ternyata belum selesai? :D)

Memang sepertinya banyak yang kecewa karena Andrea Hirata sepertinya memberikan statement kalau Maryamah Karpov adalah novel tentang wanita sehingga ekspektasinya jadi berbeda (untungnya gw nga tahu mengenai statement itu sewaktu baca sehingga memang tidak berekspektasi apa-apa dari awal, tapi harus gw akui gw cukup bingung dengan pemilihan judul yang kali ini tidak terlalu berhubungan dengan kisahnya sendiri) dan malah cocokan taglinenya, atau menganggap kisah novel ini terlalu mustahil terjadi pada hidup seseorang sehingga dianggap kebohongan. Ketika membaca Laskar Pelangi pun gw merasa demikian, namun akhirnya sama memutuskan tidak peduli apakah ini benar kejadian atau cuma bumbu-bumbu kisah, apakah ini novel atau memuar atau biografi, gw dah ngga peduli. Karena gw ingin menikmatinya sebagai suatu kisah cerita dan karya sastra, entah ini fiksi maupun non-fiksi.