Wednesday, May 29, 2013

Writer & Illustrator Conference Day 2


Besoknya gw dibangunkan teman karena sarapan sudah siap. Kalau hari sebelumnya gw bangun sendiri bahkan sebelum alarm berbunyi, kali ini gw bangun dan bersiap dengan agak malas-malasan. Masih capek euy. ==;

Sampai di National Library Building, sesi pertama sudah jalan setengah jam. Pembicara sesinya Pak Yusuf Gajah, seorang ilustrator Malaysia yang sudah mendunia dan terkenal karena nyentriknya selalu menggambar gajah. Di hari sebelumnya gw minta kritikan beliau untuk ilustrasi cerita topeng kayu. Dibilangnya masih terasa mati dan kurang banyak latihan. Rasanya tertusuk tapi ngga bisa marah juga karena emang gw sangat kurang latihan dan lately juga berasa mati. Mungkin gw memang harus ditusuk sampai bener-bener mati dulu supaya bisa hidup lagi dan kembali menjadi anak-anak. Xd

Sesi-sesi hari ini lebih banyak yang saya ikuti dibanding sebelumnya. Pembicara maupun temanya banyak yang menarik. Gw bahkan dapet hadiah beberapa snack coklat karena berhasil menjawab pertanyaan salah satu pembicara. xd

Ada 1 sesi di luar tentang buku anak yang gw akhirnya putuskan ikutin dengan mengorbankan sesi tentang style pada ilustrasi buku anak, karena pembawa acaranya adalah translator yang banyak mentranslasi komik, novel, dan game Jepang. Diantaranya Final Fantasy 10, Final Fantasy 12, Phoenix Wright, dan Apollo Justice. Kapan lagi bisa ngomongin Phoenix Wright sama translatornya langsung \(*O*)/. 

Phoenix Wright dan Apollo Justice adalah game-game yang terasa banget effort translatornya dalam melakukan pekerjaannya secara maksimal dengan tetap mempertahankan kualitas humor yang ada sehingga versi bahasa Inggrisnya masih sangat enjoyable buat diikutin. Gw juga baru tahu kalau dia sampai harus mikirin sistem huruf bahasa Albhed di FFX dan mikirin logat-logat karakter di FFXII supaya translasi ke bahasa Inggrisnya rapih dan bisa diterima baik secara internasional.


Hari ini gw juga menyempatkan diri ke Brass Basah untuk mencari buku-buku anak yang murah dan akhirnya membeli "While We were Out" dan "Marguerite's Fountain", keduanya seharga sgd10. Tadinya gw juga mau beli buku-buku Beatrix Potter karena ilustrasinya yang menawan. Tapi seperti yang sebelumnya gw bilang, gw ngga boleh beli macem-macem supaya isi tas tidak terlalu berat dan masih bisa hemat uang. Soalnya gw masih mau beli cokelat di hari terakhir. Jadi gw putuskan 2 itu saja sebagai buku terakhir yang gw beli di Singapura kali ini.

Keseluruhan AFCC buat gw... Well, thank God it's not as bad as I think it will be. I'm not really having an exciting moment, but it all went quite well and very insightful too. I'm happy that I really enjoyed it. Oh, and I could get a lot of free foods too. Xd

Malam harinya gw pergi ke National Botanical Garden. Sampai disana udah jam 7an waktu singapura, langit sudah gelap, dan di dalam taman sudah cukup sepi meski masih ada orang. Ada yang joging, ada yang jalan-jalan bareng teman, ada yang sedang pacaran berduaan... Tamannya amat sangat besar dan gelap karena sudah malam. Ada sih lampu dimana-mana tapi tetap tidak maksimal penerangannya. Buat gw jalan-jalan sendirian kesini mungkin jadi kayak uji nyali apa gw kuat ngiterin dari ujung satu ke ujung lainnya, apa gw bakal nyasar, apa gw bakal dikagetin sama yang aneh-aneh ato ketemu orang aneh... Ngga nyampe setengah jarak akhirnya gw memutuskan untuk muter balik ke pintu awal masuk, tapi yah pake acara nyasar dulu. --;

Jam 9 malam gw sudah kembali ke penginapan, mandi, sempat ngobrol dikit dgn cewek bule yg ceritanya mau nekat ngiter dari Jakarta ampe Lombok pake kendaraan umum. Yah gw nyaranin langsung pake travel aja sih buat tempat-tempat yg susah pake angkutan umum, biar praktis dan aman. Sejenak gw juga pake internet hostel untuk mengikuti perkembangan kabar tanah air. Sampai jam 12 malem beberapa teman nginep gw di Green Kiwi masih blum balik-balik. Entah kali ini mereka jalan2 kemana, untung deh gw ngga ikutan, soalnya besok gw masih mau jalan-jalan ke Chinese dan Japanese Garden nya Singapura. =p


Tuesday, May 28, 2013

Writer & Illustrator Conference Day 1


Setelah bangun, mandi, siap-siap, dan sarapan, gw bersama teman-teman Green Kiwi lain berangkat ke National Library Building. Biasanya gw fans berat mrt, tapi jalur dari penginapan ke tempat tujuan jauh lebih praktis bila menggunakan bus. Tema-tema seminar tahun ini tidak sebanyak event AFCC yang sebelumnya saya datangi. Untungnya jadi lebih mudah memilih mau ikutan yang mana. 



Yang diterima di Book Illustration Gallery juga lebih banyak sehingga kali ini gambarnya kecil-kecil dan hanya ditempel di board sebelum dipajang. Tapi event kali ini lebih bermodal. Ada makan siang, minuman, dan 2x snack untuk peserta. Stand yang jualan kali ini lebih banyak dan banyak sekali buku-buku yang menggoda. Tapi keterbatasan dompet dan bagasi membuat gw harus banyak menahan dan menjaga diri. --; Ada 2 buku yang akhirnya gw beli, Keduanya ditulis dan diilustrasikan oleh Jon Klassen. Yang 1 "I want My Hat Back" yang sangat terkenal, versi paperback, dan 1 lagi berjudul "This is not My Hat" versi hardcover.

 

Seminar folklore yang gw tunggu-tunggu ternyata kurang sesuai dengan ekspektasi. Pembawa acaranya hanya sekedar membaca teks sehingga agak membosankan. Seminar lainnya tapi menarik untuk diikuti. Naomi Kojima membuka wawasan akan ilustrasi buku-buku anak yang bagus yang belum saya lihat sebelumnya. Orangnya juga ramah banget waktu gw tanya-tanya. John McKenzie juga kembali menambah pengetahuan mengenai literatur anak dan aplikasinya dalam dunia pendidikan, kali ini melalui cerita Si Kancil. Gw juga ikutan melihat sesi kritik untuk ilustrasi. Beberapa teman mensubmit karya mereka untuk mendapatkan kritikan yang konstruktif dari para panelis. Konon tahun kemaren panelis-panelisnya lebih sadis daripada yang tahun ini. =p

Di sore hari kami kembali mendapat makan malam gratis karena ikutan acara Singtel Award. Beberapa teman ada yang masuk nominasi dari Indonesia sehingga kami bisa masuk sebagai pendukung. Sayang tidak ada delegasi indonesia yang memenangkan award tersebut. Tapi katanya bisa masuk nominasi saja sudah sangat menaikkan nilai prestise baik sebagai writer maupun yang ilustrator. Makanan kali ini juga enak-enak dan bahkan disediakan wine. Lumayan menolong untuk gw yang sedang batuk-batuk. ^^

Dari acara award, beberapa mau belanja di Mustafa Centre - Little India. Gw malas sebenarnya belanja di tempat yang kalau saya pernah lihat dari acara tv sepertinya crowded sekali. Tp karena penasaran tidak pernah ke area Little India, akhirnya saya ikutan. Kesannya... Mirip-mirip Ratu Plaza campur ITC tapi banyak banget barangnya, Carefour 3 lantai yang sangat crowded. Bukan favorit gw lah tempat belanja. Kelebihannya... Tempat ini buka 24jam, tp gw bukan tipe yg doyan belanja subuh-subuh. --;

Dari Mustafa Centre kami berjalan kaki dan sampai ke penginapan sekitar jam 12 malam. Habis mandi gw pun langsung terkapar dan tidur dengan nyenyak karena kecapekan. 


Monday, May 27, 2013

To Singapore AFCC 2013



Dengan mengenakan sepatu yang disuruh dipakai oleh Nyokap selama di Singapura, gw pun berangkat menuju bandara. Tadinya gw berencana naik DAMRI, tapi bokap ternyata susah-susah meminjam mobil dan meminta tolong temannya mengantar gw sampai bandara. ;_;

Perjalanan ke bandara untungnya macetnya masih bisa ditoleransi dan gw sampai terminal 3 ngga mepet-mepet amat. Tadinya gw heran karena seingat gw dulu terminal 3 untuk domestik. Tapi terminal ini ternyata sudah dipermak supaya terlihat lebih bersih dan keren. Cuma yah tempatnya masih kecil dan isi tokonya juga kurang lebih masih seperti waktu masih jadi terminal domestik. Selain itu, meski sudah dipoles, gw masih lebih suka terminal 1. Aura terminal 1 sebagai terminal bandara Sukarno Hatta dengan nuansa etnik Indonesia dan kemegahannya sebagai terminal internasional masih sangat kental terasa. Ngga tau sih terminal 1 sekarang dipakai untuk apa.

Gw juga cukup dikagetkan dengan keberadaan timbangan di depan imigrasi dari pihak AirAsia yg menerapkan tas maksimal 7kg untuk dibawa ke cabin. Total bawaan gw lebih dari 7kg dan gw nga beli bagasi. Ketika tanya di loket bagasi ternyata biaya beli bagasi langsung dari airport itu 300rb lebih dan gw hampir pingsan mau nangis. Melihat kepanikan gw, mas penjaga counternya mencoba menawarkan untuk menimbang dan tas punggung gw ngga lebih dari 7kg. Lalu si mas AirAsia pun menjelaskan yg maks 7kg cuma tas besar/koper, dan tas laptop tidak dihitung sehingga gw tidak perlu membeli bagasi. Langsung pengen sujud sukur cium tanah rasanya waktu mendengar itu. T___T

Setelah masalah bagasi selesai, gw menunggu imigrasi yang belum buka dengan nangkring di lounge khusus untuk para pemegang kartu prioritas. Bokap minjemin gw kartu prioritasnya ngelounge. Ada untungnya juga keluarga gw pernah sempat masuk golongan ekonomi b+. xDD

Sayangnya untuk ukuran lounge para pemegang kartu prioritas, terus terang gw ngga impressed dengan kondisinya. Seleksi makanan yg ada sangat terbatas. Ada bubur ketan item tapi ngga ada santan nya. Pelayanan juga seadanya dengan beberapa laler bersliweran, ditambah sales anz yang gigih berjuang mencari mangsa dengan cara yg rada annoying. Ngga tahu sih kalau di terminal 1 kurang lebih kayak gini juga atau tidak. Gw akhirnya hanya memutuskan makan toasted bread dengan mentega dan selai sambil berharap trip 4 hari ke depan tidak seburuk kondisi lounge ini. 

Ketika waktunya tiba, pesawat pun terbang menuju negeri singa dan mendarat dengan lancar. Dengan mengandalkan lrt dan mrt (moda transportasi yang selalu membuat gw berat hati setiap harus kembali ke Jakarta), jalan kaki, dan nyasar sejenak, akhirnya sampailah gw di penginapan Green Kiwi. Gw curiga kalau foto-foto yang mereka pajang itu foto waktu baru buka karena tulisan Green Kiwin ya dah ngga ada green green nya sama sekali. Gw menaruh barang dan melihat-lihat fasilitas hostel ini... Yah... Yg penting bisa tidur, mandi air hangat, dan dapet sarapan lah. 

Sebelum semakin sore, gw menuju National Library Building untuk registrasi acara AFCC. Tak disangka ketemu dengan teman-teman lain yang juga memang sudah janjian dari Indonesia. Tadinya saya mau melihat-lihat Bugis Junction, tp akhirnya saya memutuskan ikutan acara Malaysia Focus (semacam acara makan malam sekalian promosi buku anak dan budaya malaysia) biar dapet makanan gratis. Kapan lagi bisa dinner di lantai teratas gedung National Library sambil memandang Marina Bay Sands dan hotel-hotel mewah di sekelilingnya dari kejauhan. =d

Cuaca di Singapura sedang sangat panas. Bahkan di malam hari pun masih membuat keringetan dan kita jadi sangat tergantung pada ac. Muka gw berasa panas-panas kebakar. Baru kemaren item di Karimunjawa, ini pulang-pulang bisa makin item lagi neh. +_+; Setelah sampai di Green Kiwi, beres-beres, mandi, dan tidur, gw pun bermimpi ada seorang turis bule yang ngga sengaja nendang uler lalu kemudiaan diserang dan digigit uler yang ternyata punya 4 kaki sampe masuk ke dalem got. Entah bagaimana nasib akhirnya. --;

Sunday, May 26, 2013

Sebelum Berangkat

Perjalanan gw ke AFCC Singapura tahun ini berbeda dengan yang sebelumnya. Kalau dulu gw sangat antusias dan excited mengikuti event ini, kali ini semua awal perencanaan keberangkatan gw dihiasi dengan hal yang membuat kesal dan cemas bertubi-tubi.

Kejadian pertama, sewaktu membeli tiket AFCC di bulan Januari, terjadi kesalahpahaman pembayaran dari pihak bank yang membuat gw panik karena adanya tagihan double. Akibatnya gw harus bolak-balik ngejelasin ke pihak panitia AFCC dan juga nanya ke pihak paypal, dimana cuma dijawab sama auto-generate email dan malah bikin makin runyak karena sempat dikira gw mengcancel pembelian tiketnya.

Kejadian kedua, ketika Imlek ternyata bokap meminta gw dan ade gw memberikan setoran bulanan ke rumah lebih besar setiap bulannya untuk membantu ekonomi keluarga dan membantu membayar cicilan pasar. Praktis membuat catatan budgetary gw harus dipepet-pepet lagi dan gw harus nabung lebih keras untuk keperluan ke Singapura. Untungnya ternyata ortu gw ternyata masih punya sedikit simpanan dolar Singapura dan dikasih ke gw. ;_;

Kejadian ketiga, bulan April, ketika salah satu ilustrasi gw terpilih untuk dipajang di event AFCC ternyata ada diskon sgd150 bagi mereka yang karyanya terpilih untuk pembelian tiket AFCC. Diskon tersebut jadi sia-sia karena gw dah kepalang beli tiket duluan di bulan Januari. Sgd150 klo dirupiahin lumayan banget dan gw sedang dalam kondisi bokek-bokeknya saat itu. Masih terbantu karena ada yang mau beli tiket melalui gw sehingga gw masih bisa dapet 'sebagian' diskon nya. Tapi gw tetap lumayan sakit hati bahkan sampai sekarang. ==;

Semua itu sudah benar-benar menurunkan mood gw dan gw ngga berani ngarepin yang gimana-gimana banget untuk event kali ini. Belum lagi beberapa hari sebelum berangkat gw sepertinya kurang enak badan dan batuk-batuk. Ditambah sehari sebelum keberangkatan mendadak kamera gw menggila sehingga gw hanya bisa ngambil foto seadanya kalau kebetulan kamera gw lagi waras.

Persiapan sudah selesai, mari kita lihat bagaimana 4 hari ke depan...




Friday, April 12, 2013

Tales of Remarkable "Little Companions"


Telah terbit Kumpulan Kisah “Sahabat Kecil” yang Menakjubkan (Tales of Remarkable “Little Companions”) 
Penulis : Arleen A 
Ilustrator : EorG, Herlina, Aaron, Ika, Melani 
Penerbit : BIP 
Jumlah halaman : 200 
Bahasa : Bilingual Harga : Rp 125,000,- 


Judul-judul di dalam buku ini : 
1 The Glass Butterfly (Kupu-kupu Kaca) 
2 The Plastic Yoyo (Yoyo Plastik) 
3 The Wax Princess (Putri Lilin)
4 The Paper Bird (Burung Kertas)
5 The Rubber Duck (Bebek Karet)
6 The Musicbox Dancer (Penari Kotak Musik)
7 The Plain Silver Spoon (Sendok Perak Kecil)
8 The Cloth Bag (Tas Kain)
9 The Porcelain Apple (Apel Porselen)
10 The Wooden Horse (Kuda Kayu)

Berisi sepuluh cerita tentang hidup dan apa yang penting dalam hidup. Dengan karakter yang disukai anak-anak seperti kuda kayu, bebek karet dan lainnya, cerita-cerita penuh arti ini pasti akan menghibur mereka. Buku ini dimaksudkan untuk dijadikan koleksi yang akan dibaca berulang-ulang, dan juga diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Saya sendiri mengerjakan yang Wax Princess dan The Cloth Bag. Mari dibeli~ Buat anak, cucu, ponakan~ :3

 

Petualangan kecil di Karimunjawa

Tahun ini kantor gw mengadakan acara outing ke Karimunjawa dan sepanjang persiapan perjalanan gw sangat excited karena Karimunjawa adalah salah satu destinasi wisata yg gw udah penasaran banget. ^^ Untuk menuju Karimunjawa, kita harus naik kapal dari pelabuhan Kartini di Jepara. Katanya dari Semarang jg bisa, tapi bakal terombang-ambing di laut jauh lebih lama. Setelah sekitar 16 jam naik bis dari Jakarta dan 2 jam naik kapal ekspress dari Jepara akhirnya sampailah kita ke pulau Karimunjawa. Sayangnya hujan deras langsung menyambut kedatangan kita. Belum nyemplung ke laut aja, sudah basah kuyup duluan. ++;


Pulau Karimunjawa jauh lebih besar daripada Pulau Pari. Infrastruktur di tempat ini sayangnya bisa dibilang lebih buruk, listrik baru ada setelah jam 6 sore. Penginapan yang kami tinggali menggunakan diesel yg dinyalakan dari jam 6 sore dan dimatikan pada jam 9 siang. Itu pun sering dihemat pengelola sehingga kami kadang tak bisa menyalakan ac dan tidur kurang nyenyak karena gerah. Entah apa kami salah pilih penginapan. Setelah matahari terbenam, semua benar-benar gelap karena minimnya listrik. Di sekitar penginapan pun tidak ada toko atau apa-apa lagi, hanya jalanan yg agak rusak. Ada dermaga kayu kecil di belakang penginapan. Kayu2nya agak lapuk, tapi tidak semenakutkan dermaga kecil Pulau Pari yang dari batu tapi sudah banyak yang rusak tak beraturan.


Kami sempat berjalan-jalan ke pantai Ujung Gelam di hari pertama. Pantainya kecil tapi bersih. Berjejer beberapa stand yang menjual aneka jajanan dan minuman (harga kelapa mudanya Rp 10.000,- lebih mahal dari Pulau Pari). Namun menuju ke pantai tersebut dan kembali ke penginapan cukup memakan stamina, apalagi kami harus mengejar waktu supaya bisa sampai ke penginapan sebelum terlalu gelap. Jam 11 malam gw sudah terlelap saking capeknya. Padahal jam 12 ada acara ngerjain temen kantor yang berulang tahun pada hari itu. Saking pulesnya gw dah ngga bisa dibangunin lagi, ngga ikutan ngerjain deh. =p




Hari selanjutnya, acara kami adalah snorkling seharian di area timur Pulau Karimunjawa. Terumbu karang di kepulauan ini jauuuh lebih bagus dan bervariasi. Ada 1 spot snorkling yang penuh dengan ikan-ikan hias yang biasa tinggal di terumbu karang. Kalau wisatawan memberi roti atau biskuit mereka langsung menerjang ramai-ramai. Gw iseng menaruh remah-remah biskuit langsung di tangan dan mereka langsung makan dengan lahapnya dari tangan gw. 



Acara snorkling diselingi makan siang ikan bakar sambil bermain pantai di salah satu pulau kecil yang kami singgahi. Sementara sore hari ditutup dengan snorkling di tempat penangkaran hiu kecil. Banyak yang takut berenang bersama hiu, tapi kalau dikejar hiu nya malah lari mencari tempat yang lebih sepi dari wisatawan. Bukannya oleh hiu, kaki gw malah sempat digigit ikan kecil garis-garis sampai agak berdarah. --; Kami kembali ke dermaga setelahnya dan menikmati jajanan di daerah lapangan Karimunjawa. Ada yang pesan pecel, gorengan, jahe hangat, gw sendiri mesennya beberapa gorengan dan es campur. Hehehe, enak dan murah meriah. :d 







Hari ketiga, acara snorkling kami sangat terganggu karena hujan deras seharian. Menurut penduduk lokal, biasanya kalau sudah bulan april sudah tidak hujan deras. Mungkin idealnya kami menunggu 1-2 bulan lagi setelah benar-benar kemarau untuk berwisata di tempat ini dengan maksimal. Kami tetap nekad melanjutkan tour yang kali ini di area barat pulau. Spot snorkling pertama kami juga tak kalah bagus dan hujan membuat air laut terasa lebih hangat. Namun ada banyak bulu babi yang membuat gw harus lebih waspada melihat ke bawah. 






Kami kemudian singgah ke pulau kecil di dekat spot snorkling tersebut. Pantainya jauh lebih indah daripada pantai hari sebelumnya. Ada banyak ikan-ikan kecil bersliweran. Arusnya juga tenang dan aman. Ada 1 sisi pantai yang tidak terlalu berombak sehingga kami bisa berenang dengan santai, dan 1 sisi lagi berombak dan lebih dalam tapi masih relatif aman dan lebih asik untuk bermain-main. Saat itu hanya ada kami di tempat tersebut sehingga serasa bermain di pulau pribadi. 

Setelah kembali menyantap ikan bakar untuk makan siang, kami pindah ke pantai Ujung Gelam untuk sejenak menikmati jajanan dan minum kelapa muda. Kalau sebelumnya kami kesana lewat darat, maka sekarang mampirnya lewat laut. 

Dari pantai Ujung Gelam seharusnya kami snorkling memberi makan ikan lagi. Tapi hujan yang ditunggu-tunggu reda malah semakin kencang dan berangin sehingga acara snorkling terakhir ini tidak bisa dilaksanakan demi keamanan bersama. Kami pun pulang dan gw rada kecewa karena belum kenyang snorkling, tapi yah masa alam mau dilawan... T_T


Hari terakhir kami lebih bersantai di hotel karena agendanya tinggal berberes pulang. Ketika jam 11 tiba kami berangkat, membeli beberapa souvenir, foto-foto terakhir kalinya di Karimunjawa, lalu naik kapal dan meninggalkan pulau tersebut. Gw pribadi masih ingin menjelajah kepulauan tersebut lebih banyak lagi dalam kondisi cuaca yang lebih baik. Tapi entah kapan bisa kembali ke Karimunjawa. Dan ketika suatu saat gw bisa liburan kesana lagi entah apa keindahannya masih sama atau sudah berubah...


Trivia sedikit, dalam perjalanan pulang kami mampir ke kota Semarang dan makan sore disana. Bos gw ngajak makan seafood di Restoran Sangklak yg letaknya di Tanah Mas. Areanya mirip-mirip Greenville nya Jakarta tapi lebih sepi. Simpring (kerang) goreng bawangputih nya enak bangett. Gw bukan penggemar kerang tp gw suka tekstur kerang simpring yang digoreng sampai daging pinggirnya agak-agak gosong sehingga empuk tp agak renyah di luar. 



Kami juga sejenak melihat-lihat suasana malam di kota Semarang. Gw baru tahu kalau ternyata Semarang adalah kota dengan kelenteng terbanyak se Indonesia. Gw juga melewati Gedung Lawangsewu yg terkenal berhantu, tapi anehnya terletak di pusat kota dan arsitekturnya juga sangat keren khas kota tua. Kami turun sebentar di pusat penjualan oleh-oleh kota Semarang. Gw sendiri beli bandeng presto dan wingko babat buat oleh-oleh di rumah. Ade gw ternyata doyan wingko babat. Hampir di semua trip gw kayaknya pengeluaran terbesar itu justru buat oleh-oleh. --;


12 jam kemudian kami pun sampai ke jakarta, disambut kemacetan dan hiruk pikuk yang familiar. Ada tumpukan cucian bau yang harus diberesin. Ada kerjaan dan macam-macam hal yang harus diurus. Back to our routine days. Tapi perjalanan ke Karimunjawa tak akan pernah terlupa dan semoga di lain waktu gw bisa kembali kesana lagi. :)


Tuesday, November 13, 2012

The awkward moment when...

I don't like rich people's weird shaped minimalist but complicated apartment.

I don't like rich people's excessive international wedding party even though the foods are very very very delicious. =p

I don't like wedding preparation.

helping my family's wedding only make me feel less interested with marriage.

I don't like furniture/door/drawer/window/etc that designed to hide a bit of their identity or functions. 

I don't like to receive expensive things from people I don't trust yet, because I'm worried what they will want from me in the future.

my mother talk excessively good about her children to other people in front of me. (I'm happy but it's kinda awkward)

my mother actually notice even the smallest form of attention from her children.

my father called and get a squawk for my over stressed mother.

I like Jakarta's malls better than Singaporeans. (well, I didn't go to Orchard on my previous trip and I prefer museums or crocodile farm rather than shopping)

I like Jakarta's malls toilets much much better than Singaporeans.

Singaporean taxi driver always complain about their life.

I saw Singaporean old people (I mean, really really old) work hard labor everywhere.

I want to go home because this trip is draining my soul, but it's also the same even if I'm in Jakarta.

As much as I don't like it, I'm still relieved I still go in this trip so my mother didn't endure this alone. (Oh, and now I got stamps on my new passport)



Nyah, enough rants. Now back to the usual stuffs~

Wednesday, July 11, 2012

Pilkada DKI 2012

Tahun ini gw cukup antusias mengikuti pilkada DKI. Kalo dulu soalnya calonnya cuma 2 (apa 3 ya?) dan gw ngga kenal serta ngga tertarik kenal juga dengan karakter masing-masing cagub. Tahun ini DKI mendapatkan variasi cagub yang beragam dan lebih semarak. Kalau ubek-ubek Twitter gw juga lihat lumayan banyak yang biasanya golput tapi kali ini lumayan semangat milih. 

Diantara 6 calon, gw menaruh harapan yang lumayan dengan pasangan calon nomor 3 dan 5. Pasangan Jokowi-Ahok menawarkan perbaikan yang dimulai dari sistem pemerintahan duluan, sementara Faisal Basri memberikan solusi2 untuk kemacetan can banjir yang buat gw cukup komprehensif. Dan mempelajari figur mereka, entah kenapa gw merasa kalau salah satu dari mereka menang mungkin masih ada harapan untuk Jakarta ke depannya. Setelah beberapa hari kebingungan, akhirnya gw memutuskan mencoblos salah satu antara 2 calon tersebut (Rahasia yah. =d). 

Awalnya keluarga gw juga luar biasa apatis menanggapi di pilkada ini. Klo gw nya ngga lagi antusias mungkin  keluarga gw ngga nyoblos sama sekali. Nyokap bahkan mulanya mau coblos Foke. Setelah semua situasi yang terjadi di Mayestik dimana tau2 dibongkar untuk dikasih pihak swasta entah pengembang properti mana, dan kita harus beli kios dan hutang ampe 400juta ke bank dan lagi bingung gimana bayarnya, belom lagi maintenance kios dll dll, gw ngga habis pikir kenapa Nyokap masih percaya ama si kumis itu. Belom dengan mal2 Jakarta yang udah kebanyakan parah ini apa bukan nunjukin kalau 5 tahun terakhir itu yang dipentingin justru pengusaha kaya. Yang kecil2 mana dipandang~ >,> 


Bokap apatis nga peduli, mungkin sudah terlalu sakit buat percaya atau berharap (ngga heran sih dengan gimana korupsi merajalela di semua kalangan dan gimana dia tau klo pilkada udah mau dicurang2in begini begitu). Sementara ade gw, nyah tipikal golput pemalas. =p Jadi beberapa hari ini gw coba bujuk2in paling ngga jangan pilih 1 lagi, sambil bincang2 situasi politik Indonesia bersama Papa dan Mama. Sementara ade gw, gw cuma minta klo emang mao golput ya udah. Tapi tetep datang dan coblos yang aneh2 di kertas suaranya aja biar ngga sah dan ngga disalahgunakan.


Minimal akhirnya kita sekeluarga pagi ini datang ke TPS dan nyoblos. Entah apa yang dicoblos Bokap, Nyokap, dan Ade gw ( meski yah gw promoinnya sih 3 dan 5 xD; ). Sekarang sudah jam 1 siang. Surat2 suara mulai dihitung dan stasiun-stasiun TV sudah berlomba-lomba mengumumkan hasil quick count nya masing-masing. Sekarang gw cuma bisa berdoa semoga siapapun yang jadi gubernur DKI untuk 5 tahun ke depan, Jakarta bisa menjadi lebih baik. Semoga gw masih diijinkan untuk punya harapan kalau masa depan Jakarta, dan juga masa depan bangsa Indonesia secara keseluruhan masih bisa menjadi lebih baik lagi.



Tuesday, April 3, 2012

Pari Island

Biasanya gw dan laut sering tidak akur. Dari kecil setiap gw ke pantai selalu aja ada barang-barang yang hilang ditelan ombak seolah laut minta sajen dari gw, mulai dari Ancol, Carita, sampai pantai2 di Bali. Terakhir bahkan kacamata gw hilang ditelan ombak Bali dan membuat gw menghabiskan liburan disana dengan burem. ==;

So ketika teman kantor mengajak ke berwisata ke Pulau Pari, gw sebenarnya agak... egh, pantai...? Tapi karena hasrat liburan gw mengalahkan semua kecemasan itu dan Bos gw pun menetapkan pergi ke Pulau Pari sebagai kebijakan kantor maka gw pun berkunjung kesana selama 3 hari 2 malam ketika sedang long weekend akibat libur Nyepi. Sewaktu mencoba mencari tahu, gw dah ada feeling gw harus menurunkan ekspektasi serendah2nya. Pulau Pari adalah salah satu pulau di kepulauan Seribu yang bertetangga dengan Pulau Tidung. Kita nginepnya sewa rumah warga, bukan cottage kayak Pulau Bidadari. Dan jangan ngarepin yang macem2 dari tempat yang mencantumkan kata 'puskesmas' sebagai bagian dari fasilitasnya. ^^;

Sesampainya disana, gw sudah menduga ini bukan tempat yang mau dikunjungi oleh keluarga gw (apalagi keluarga besar gw, ngga mungkin mao disuruh empet2an di kapal kayu yang panas dan berisik), tapi karena sudah nyampe ya nikmati sajah. xD Sehari dua hari hidup tanpa internet dan kebisingan jakarta sudah lumayan untuk refreshing mental. Dan terus terang gw sangat amazed karena pantai di Pulau Pari benar-benar bersih. OO; Pemandangannya bagus banget, dan ini bisa gw temukan ngga jauh dari teluk Jakarta. Ini adalah pantai pertama yang benar2 tidak memalak barang dari gw. Ngga ada ombak meskipun anginnya lumayan kencang. Pantainya yang cetek ngga akan bikin orang takut kelelep. xD 

Selain pantai, ada bukit matahari dan bekas dermaga yang sudah agak rusak untuk melihat-lihat pemandangan. Yah jangan ngebayangin bukit atau dermaga keren. Bukitnya kayak disiapin seadanya dan dermaganya menakutkan buat gw yang punya masalah keseimbangan. Tapi pemandangan fajar, senja, dan malam di Pulau Pari benar-benar bikin gw terlena dan bisa menikmati liburan gw dengan maksimal. ^^


Hal lain yang gw temukan ketika liburan adalah, ternyata gw suka snorkling. oo; Karena selama ini gw sering ciong ama laut gw pikir gw ngga akan suka dengan kegiatan laut, tapi ternyata sekarang gw malah ngidem pengen snorkling lagi. Though, karena badan gw entah kenapa ngambang melulu meskipun ngga pake jaket pelampung, gw ngga bisa nyelem lebih dalam dari 50cm. >,> Temen gw bilang terumbu karangnya kurang berwarna dan di spot2 laen ada yang lebih bagus. Gw jadi penasaran pengen snorkling lagi. Sayang tapi ur model gini jatohnya lumayan mahal kalau cuma 1-2 orang.

Entry selanjutnya mungkin akan diisi dengan foto-foto dari Pulau Pari~