Showing posts with label pet. Show all posts
Showing posts with label pet. Show all posts

Thursday, November 27, 2014

My Animal Cafe Adventure in Tokyo

Before I tell our visit in Tokyo, I want to give some reviews about Animal Cafes in Tokyo. Rather than maid or butler cafes, I do prefer the animals since I will feel a bit awkward with maids and butlers. Although there are also pet cafe in other city, we choose to search them in Tokyo to fit our schedule. :3

I only choose cafes I can search from Google so I could get the address, map, and other information. We have several options, but finally we could only visit this three.


Nekorobi Cat Cafe, Ikebukuro
Our inn is around Ikebukuro, so this cafe is our first animal cafe. Nekorobi, as the name implies, is a cat cafe located in 3rd floor of Tact T.O Building in Higashi Ikebukuro. It opens everyday from 11am to 10pm. The place is quite spacious, with lots of cute cats playing all around. The system reminds me with internet cafe in our home country. The first hour fee is 1100 Yen at weekdays and 1300 Yen at weekend. After 1 hour, it'll be charged 250-300 Yen for every 15 minutes. The fee included all you can drink from vending machine in the cafe. You don't need to pay anymore for the drink.

The cats are so cute and playful. The staffs maintain the cafe very well and all cats are well cared and well trained too. I mean, the toilet training, the cat's didn't do it in cafe area. And their fur are really clean and soft. Some of them didn't like to be touched, though...

For more information : http://www.nekorobi.jp/english/


Tori no Iru Cafe, Asakusa
I didn't even know that Bird Cafe is exist until my brother mentioned that he wants to see owl cafe in Tokyo. Tori no Iru Cafe wasn't his first choice, but the cafe also has owls and the location fits our schedule so we decided to visit this one. They're located in 1-12-8 Asakusa Taito-ku B1 F Oyama Building. We got lost a little when searched for this place. The cost is 1000 Yen per person for half hour. The one hour price is around 1500 Yen. There's no food served in this place. And since it's a birds cafe, we need to be careful with their droppings. The cafe lent us an army motif jacket to cover our clothes.

This is my first experience to touch tame and cute owls. Their feathers were so clean and soft and it's kinda cute how they didn't really mind to be petted. They're given pellets food special for owls.



In the inside part of the room, there are different kind of birds. The majority of them... I'm not sure if they're parrots, parakeets, or canaries... ^^; They are also very cute and they like to eat sunflower seeds from our hands. But it scared me a little when they seized our sunflower seeds case and opened it on their own  and then they're fight to scramble the food. Reminds me on how people went frenzy at sale event. The birds liked to nibble at my fingers too. T_T


For more information : http://www7.ocn.ne.jp/~asakusa/  (Japanese)




Usagi no Ehon, Shimokitazawa
We visited Shimokitazawa on our last day with Usagi no Ehon as our objective. We found Shimokitazawa is actually an interesting area too. Usagi no Ehon is around 10-15 minutes walk north from Shimokitazawa Station through lovely Shimokitazawa alley. The fee for the rabbit cafe is 1000 Yen for half hour. Unfortunately we need to reserve first if we want to play with the rabbit, especially since it's weekend and they're full booked.

But the lady owner is really nice. When we desperately try to explain with our bad Japanese language (She can't speak English) that we will leave Japan in the afternoon, she allowed us to go inside and take a look for a while. So we just take a look and some photograph just for around 5-10 minutes and didn't touch all those cute little bunnies since we had only permitted to take a look. We're willing to pay even for just that since we feel bad for bothered them by getting in when it's a bit crowded. But she said it's okay for not to pay. I'm really grateful for her kindness.

The rabbits here are very cute and well taken care too. The space is a bit small, but I really love how they decorated the place to be so cute and give a warm feeling. I can tell they love rabbits and this cafe very much. I promise if I could return to Tokyo I will visit Usagi no Ehon again and make the reservation this time.

For more information : http://usaginoehon.web.fc2.com/  (Japanese)




Sunday, April 3, 2011

Ngantor~

Setelah sekitar 4 tahun diombang-ambing takdir yang membawa daku kesana kemari sebagai freelancer, pada akhirnya sekarang gw menetap berkantor di Anantarupa Studio, daerah Tanjung Duren, sebagai 2D illustrator. Though itungannya cuma buruh kontrak selama 5 bulan. xD; Biasanya gw agak malas cari-cari tempat berkantor karena lain dan banyak hal, namun karena kondisi keuangan makin sekarat akhirnya gw semakin panik cari-cari kerjaan ini itu.

Sekarang sudah genap 2 minggu gw berkantor dan ternyata gw merasa cukup nyaman. ^^ Mungkin karena model kantornya cukup bisa mengakomodasi kebutuhan gw (yang dicari memang ilustrator, pas ngelamar ngga perlu cv yang terlalu macam2, dan ngga perlu menunjukkan ijasah/transkrip nilai yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan...). Minimal sekarang gw juga bisa bayar kos dan ngga mati kelaparan. Selama tidak dikerjakan di kantor, gw masih bisa cari sambilan lain. Ilustrasi yang gw kerjakan juga sesuai dengan interest gw akan sejarah dan kebudayaan. Small office but nice peoples~

Dan terutamaaa...

Jreng jreng...~

Ada Chibi si kucing penunggu kantor yang sangat bandel. Konon anak kucing betina ini ditemukan di got depan kantor dan akhirnya dipelihara disitu. Entah bagaimana kondisinya dulu tapi sekarang dia menjadi anak kucing yang sangat aktif dan caper. ^^;

2x ini gw makan abon tenggiri di deket dia entah kenapa dia jadi nyakar2 gw melulu dan meong meong seolah pengen banget ama abon tenggiri nya juga. Though ntar kayaknya gw mo nyoba apakah dengan jenis makanan laen dia juga masih bersikap sama. ++;

Sekarang si Chibi ini masih terhitung lucu. Entah apakah ketika besar nanti dia masih bakal terlihat lucu atau sudah ngga lagi. But still, she's a good stress reliever klo lagi suntuk ama kerjaan.

Sekarang mang baru 2 minggu gw kerja dan 1-2 bulan ke depan mungkin justru jadi masa berat2nya. Tapi semoga gw bisa bertahan, selalu bisa bekerja dengan sebaik dan semaksimal mungkin. \>,</ Semoga pekerjaan ini juga bisa membuat gw menjadi ilustrator yang lebih baik lagi.
Wish me luck!!!


BTW, gw cabut shoutmix di blog ini. Belakangan dah ngga ada yg pake selaen spambot. ^^;

Saturday, July 11, 2009

Kutilang Kecil~ Yoroshiku Chiki~


Hari ini rumah bertambah lagi 1 anggota keluarga baru. Seekor kutilang kecil tiba-tiba masuk rumah dan hinggap di dapur. Gw dan ade gw segera menangkap dan kandangin. Tadinya mau digabung dengan kutilang yang sudah ada, tp ternyata Chitato (si kutilang yang gedean) malah stress dapet temen. Akhirnya dikandangin terpisah.

Kutilang kecilnya dikasih nama Chiki. Abis dikandangin dia langsung minum dan makan. Sepertinya sangat haus. ^^ Sekarang lagi coba mo ngasih jangkrik. Kapan2 coba kasih pisang juga ah.

Welcome Chiki~ Semoga sehat selalu. Baik-baik sama Chitato yaaa. ^^

Thursday, April 23, 2009

Thanks for being with me all this time...


Perlahan satu demi satu meninggalkan gw seolah saling menyusul. Altough emang gw rasa udah lifespannya. Pertama Embul pergi karena masalah pencernaan... Disusul Pichu yang meninggal mendadak padahal hari sebelumnya tidak ada tanda apa-apa. Lalu terakhir Kuro, setelah berhari-hari tidak bisa makan, kemarin akhirnya dia pun pergi seolah menyusul Pichu.

Thank you so much for being with me. Maaf kalau kadang gw ngga bisa jadi owner yang baik buat kalian. --; I'll miss you so much.


Saturday, September 13, 2008

Topeng Monyet


Hari ini ketika sedang menyusuri jalan Adhyaksa dari Cirendeu menuju Lebak Bulus, gw melihat ngga 1... ngga 2... tapi 6 pemain topeng monyet masing2 dengan gerobak dan monyetnya. Jumlahnya membuat gw berpikir apa ini Trend sebelum lebaran, atau topeng monyet lagi in lagi untuk mencari nafkah, atau gw dah terlalu lama ngga keluar rumah sampe ngga menyadari kemunculan mereka. Gw memang melihat 3-5 topeng monyet berjejer di jalan setiap kali gw ke Mayestik nganterin nyokap, tp gw ngga nyangka di Lebak Bulus mereka juga ada.

Di pinggir jalan mereka mempertontonkan sang monyet yang sudah didandani macam-macam, dengan alunan musik dangdut untuk menarik perhatian, sambil menunggu uang yang diberikan para pengguna jalan.

Topeng monyet di ingatan gw semasa kecil rasanya berbeda modus operandinya dengan yang sekarang. Dulu mereka berjalan2 di kompleks perumahan sambil menunggu orang yang memang memanggil mereka untuk mempertunjukkan jasa hiburannya, biasanya untuk hiburan anaknya dan juga anak-anak sekitar rumah. Monyetnya juga lebih beratraksi, terkadang bekerja sama dengan seekor anjing, atau kadang sang pawang juga memiliki box berisi ular yang juga menjadi bagian dari pertunjukan. Alunan musiknya juga lebih tradisional, seingat gw pake gendang. Lebih seperti seniman hiburan daripada sekedar memperlihatkan monyet dan menunggu uang datang.

Yah, tapi meski pembawaannya sudah bergeser, keberadaan mereka membuat gw jadi bernostalgia masa kecil ketika keluarga gw atau tetangga dulu suka memangil topeng monyet dan menghibur semua orang. ^^

Sunday, July 27, 2008

Yoroshiku Shiro~

So...
Di suatu pagi yang cerah, seperti biasanya salah satu pekerja rumah tangga di tempat gw membereskan halaman belakang (entah bisa disebut halaman atau ngga) serta area tempat kelinci-kelinci gw. Ia kemudian membuka pintu belakang dan munculah seekor kelinci putih besar yang tiba-tiba masuk entah apa karena bingung atau karena dia mencium bau kelinci-kelinci lain. Kelinci putih itu kemudian ditangkap dan dikandangin, dan begitulah kisah bagaimana ada kelinci baru yang menjadi bagian keluarga. ^^


Yoroshiku Shiro~

Gw beri nama Shiro karena warnanya yang putih semua. Sedikit kumal, yah habis dari luar sih jadi ngga heran juga. Warna matanya merah, seperti kebanyakan kelinci putih lainnya. Kelihatannya dia cukup biasa dipegang meskipun ngga suka digendong apalagi ditarik kupingnya. Makannya juga banyak kayak Clover. ^^;

Gw rasa dia peliharaan orang yang kabur, kelinci bekas tukang sulap yang dibuang, atau melarikan diri sebelum sempat disate yg punya. ^^; Sampai sekarang ngga ada yg claim nyari kelinci, soo... It belongs to me now. :D *menggelinding kabur*


Saturday, September 22, 2007

Bye bye Kiki...

Hari ini Kiki meninggal, berpulang di kandang yang sama ketika Eclair meninggal. Sesuatu yang amat ngga gw duga since sebelumnya dia baik-baik saja, kecuali sedang terkena sedikit scabies di kupingnya.

Ya... sedikit, karena scabies itulah gw membawa Kiki ke dokter. Gw memutuskan supaya Kiki disuntik obat scabies, meski penyakitnya itu masih bisa cukup diobati dengan salep. Gw kira toh sebelumnya 2 kelinci gw yang lebih kecil ngga kenapa-kenapa dan sembuh tak lama kemudian. Dan gw males pake salep, selain karena lebih butuh waktu dan tenaga, seekor kelinci gw dulu juga meninggal karena dia malah menjilati salep yang dipakai di badannya. Tapi ternyata Kiki malah lumpuh setelah disuntik, dan meninggal beberapa jam kemudian.

Maaf ya Kiki, semuanya salah gw. Semuanya terjadi karena keputusan gw sendiri. Terima kasih dah menemani gw selama 2 setengah tahun ini dengan semua kelucuanmu. Maaf juga klo gw kadang-kadang kurang perhatiin kamu. --;;

Ini adalah Kiki ketika baru berumur 2 minggu...

Bye bye Kiki...

Monday, July 16, 2007

Yoroshiku Honey & Clover~

Hari ini gw beli 2 ekor kelinci baru. Seekor Lop dan seekor Australian (Ndak gitu ngerti dengan pembedaannya, tp Australian kayaknya semacem ras buat kelinci-kelinci campuran klo liat ragam belang-belang mereka yang kadang-kadang mirip kelinci jenis lain). Tadinya gw cuma pengen beli seekor Lop aja, tapi takutnya dia stress kalau Cuma satu kandang sendiri. But beli Lop seekor lagi lumayan menguras duit, so akhirnya gw beli Australian yg jauh lebih murah tp juga imut banget. =3 Gw memilah-milah diantara semua Australian yang gw sukai dan milih yg paling aktif. xD

Gw belom tahu masing-masing gendernya, tp apapun sih ngga masalah selama bukan cowo sama cowo (jangan bilang kelinci ngga bakal berantem. Kaki kanan gw dah jadi korbannya --; ). Seperti yang dah tertulis di judul, yang Lop gw kasih nama Honey dan yang Australia dikasih nama Clover. Diambil dari anime series "Honey and Clover", cerita kehidupan sekelompok mahasiswa universitas seni yang jenaka banget. ^^ Meski cerita humor, anime ini ngebahas kehidupan mahasiswa yang lumayan dalam dan sedikit banyak bikin gw berasa ceritanya deket dengan kehidupan gw sendiri.

Anyway, kembali ke para kelinci imut. Gw seneng banget dengan kedatangan mereka ke rumah gw sampai daritadi gw bolak-balik melulu ke kandang kelinci demi mengelus-elus mereka. Apalagi Clover selaen aktif ternyata juga mang suka dielus. Mungkin dah kebiasa ama tangan. ^^; Kata penjualnya Joney dah sekitar 4-5 bulan sementara Clover baru 2 bulan. Mereka sekarang masih kecil dan imut banget. ^____^ Tapi seiring dengan waktu kayaknya bakal membesar seperti kelinci-kelinci Dutch gw yang laen. ^^;;

Here’s my other family member. =3 Kuroyan, Pichu, Kiki, dan Embul si Marmut. Yang kelinci-kelinci Dutch rata-rata umurnya dah 2 ½ tahun. Kuroyan satu-satunya cowo (yg dah ketauan cowo ^^;) dan juga punya pola bulu yg rada beda dengan Dutch pada umumnya. Pichu kupingnya sedikit rusak dan paling agresif diantara semua kelinci gw ^^;. Sementara Kiki, kelinci terbesar yang gw punya dan juga cukup jinak meski ngga suka digendong. Tp matanya rusak satu gara-gara pernah luka. --; Embul dah 3 tahun lebih umurnya, so dia sebenernya yg
tertua diantara semuanya meski bukan yang
paling besar. ^^;