Tuesday, August 28, 2007

A Trip to Bali~

Untuk pertama kalinya gw melakukan perjalanan sejauh ini tidak bersama keluarga melainkan bersama teman-teman kuliah. Nuansanya jadi amat sangat beda dan kegilaannya langsung terasa. xD Yah meski gw sama sekali ngga nyangka liburan yang satu ini bakal nguras duit lebih banyak daripada yang gw perhitungkan. Akhirnya gw ngga bisa merasakan Balinese Massage yang bikin gw penasaran. Yah, laen kali klo ke Bali lagi gw harus coba.

Hari-hari pertama kita semua cukup dibingungkan dengan cuaca Bali yg lebih mirip Puncak daripada pulau tropis. Angin dingin bertiup-tiup dan untungnya gw masih semept bawa beberapa baju lengan panjang. Tapi belakangan matahari kembali bersinar dan panas tropis itu pun mulai menerjang.

Temen-temen gw berniat ke Bali dengan berbagai macam tujuan. Ada yang pengen maen di pantai, pengen jalan-jalan, pengen nyobain masakan khas Bali, pengen nyobain Magic Mushroom, pengen ngitemin kulit, etc etc. Gw sendiri sebenernya cukup suka sightseeing ke tempat yang bernuansa budaya, dan diantara semua tempat yg dikunjungi Ubud jadi daerah favorit gw. Makanan Bali pedes2, sempet jadi salah satu yang bikin gw down karena gw ngga bisa makan pedes. Tapi Babi Guling, Mie Makasar, dan Wardani bener-bener membangkitkan mood gw akan makanan Bali. Gw juga suka dengan tempat wisata yang namanya Garuda Wisnu Kencana. Menurut temen gw disana ngga ada apa-apa dan belum tergarap dengan baik. Tapi gw pribadi cukup seneng dengan pemandangannya. ^^

Kalau laut... actually gw rada males mengingatnya dengan insiden kacamata yang terjadi. Tapi semua temen gw sangat cinta dengan laut Bali. I shouldn’t spoil their fun. ^^;

3 hari terakhir gw lalui dengan pemandangan blur tingkat tinggi dan susah buat gw menikmati Bali since gw dah ngga bisa melihatnya dengan baik, literally. Thanks buat semua temen yang mau nuntun dan bantuin gw kala mata lagi buta-butanya. Maaf sudah merepotkan. --;;;



Dreamland, Beach, and The Stupid Me...



Hari itu rasanya bukan cuma 1-2 kali yang bertanya ke gw

“Kenapa elu berenang pake kacamata?”

Karena minus gw parah

Lebih serem buat gw berenang tanpa bisa liat temen-temen gw

Tanpa bisa liat ombak kapan menerjang

Tapi kalau melihat apa yang sudah terjadi sekarang

Kamis itu adalah hari dimana gw menjadi orang terbodoh di dunia...

Ngga seharusnya gw pake kacamata

Atau sekalian ngga seharusnya gw maen berenang di laut


Bye bye dear glasses...

Sedih rasanya ketika ingat kau terbawa ombak pantai Dreamland yang deras

Baik-baiklah di laut Bali

Sudah setahun dikau menemaniku

Terima kasih untuk semuanya


===

Eniwei untungnya sebelum berangkat gw mang udah pesen lensa gara-gara yang sebelumnya baret. Tinggal beli frame baru dan dipasang. (Meski lumayan juga keluar duit lagi buat beli frame T_T ) Saya tak akan pernah lagi pakai kacamata di laut... Sementara ini pake kacamata cadangan dahulu~



Monday, August 27, 2007

Ratatouille~


Setelah sekian lama Pixar kembali menyuguhkan hiburan yang amat berkesan buat gw. Animasi berkualitas tinggi ini mengisahkan Remy, seekor tikus (yang amat sangat lucuuu ^___^) yang memiliki lidah yang tajam, otak cemerlang, dengan bakat sebagai koki bintang 5 namun sulit untuk menggapai impiannya karena kenyataan bahwa dia adalah seekor tikus. Dalam alur film ia kemudian sampai di sebuah restoran Perancis terkenal yang sedang mengalami masa krisis, dan bertemu dengan Linguini, seorang pemuda yang tidak jago masak dan bekerja sebagai karyawan di restoran tersebut. Alur ceritanya ngga gampang ditebak dengan karakterisasi tokoh yang ‘ngena’ di hati. Humornya juga segar, asik dilihat dan bisa diikuti segala kalangan.

Gw suka banget dengan Remy. Kalau ada boneka atau merchandisenya mungkin bakal gw beli. Begitu pula dengan soundtracknya. ^^

Ratatouille sendiri merupakan nama makanan tradisional Perancis yang terbuat dari ketimun, tomat, paprika, dan bawang. Secara kebetulan waktu jalan2 di Bali hari pertama breakfast makanan ini disuguhkan di restoran hotel dan gw langsung excited pas liat namanya. Sayang gw ngga suka ketimun. xD;;


http://disney.go.com/disneypictures/ratatouille/
http://en.wikipedia.org/wiki/Ratatouille

Thursday, August 9, 2007

Gempa???

Semalem jam 12 lebih sedikit gw membaca koran (Jangan tanya kenapa gw baca koran malem2 ^^;) diatas kasur dan tiba-tiba dikejutkan oleh goncangan aneh. Kasur gw bergoyang-goyang selama sekitar 5 detik. Gw kira cuma perasaan aja, tapi ketika keluar kamar ternyata bokap dan nyokap juga merasakan hal yang sama. Bandul jam pun bergoyang-goyang, bahkan bandul rosario raksasa yang tergantung di rumah gw ikutan bergerak.

Gw tidur dengan parno. Gimana kalo terjadi gempa lagi, gimana kalo gempanya bisa lebih besar, etc etc etc. Tapi terimakasih kepada Yang Maha Kuasa gw masih bisa nulis blog sekarang. xD

Siangnya gw ke kampus dan nanya temen gw, ternyata di Binus gempanya lebih keras dan berasa sekitar 1 menit. Ada juga yang bilang gempanya terjadi 2-3 kali (gw cuma berasa sekali dan kemudian tertidur). Yang anak kos ampe sempet lari ngumpet di bawah kasur.

Liatliat internet katanya ngga cuma Jakarta yang berasa gempa. Bandung, Indramayu, Jogja, bahkan Bali dan daerah sekitar juga berasa. Menurut laporan besarnya sekitar 7 skala richter dengan pusat gempa di di 6.17 LS dan 107.66 BT dengan kedalaman 286 KM di bawah permukaan laut, 75 km dari Indramayu.

Heu... --;

Sunday, August 5, 2007

"A"

Gw ngga akan pernah melupakan momen-momen ketika nama gw disebut sebagai salah satu karya yang memiliki nilai 4 besar tertinggi. Memang gw sangat-sangat ingin dapet nilai A (or minimal B since presentasi gw rada-rada kacau pas sidang), tp gw ngga membayangkan A yang setinggi itu since ada banyak banget karya teman-teman gw yang lebih bagus dan dekornya lebih keren serta mendapat perhatian lebih kalau ada pengunjung. Dengan nilai A tersebut gw berkesempatan ikut event Fresh n Brite angkatan 2003 yang katanya akan diadakan bulan September ini. Apa dasarnya gw mang doyan pamer ya. ^^;;;

Oleh karena itu untuk kali inii gw hendak mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

  • God Almighty yang selalu membimbing, menolong, memberikan yang terbaik buat gw dalam situasi dan kondisi apapun.
  • Kedua orangtua yang selalu mensupport dan mendukung dalam berbagai hal, juga ade gw yg selalu gantiin gw ngurus para bunny-bunny setiap gw lagi sibuk. ^^;
  • Dosen-dosen yang sudah membimbing, memberikan kritik dan saran, sampai kemudian menentukan nilai gw, terutama Pak Rio, Pak Lintang, Pak Danu, Bu Iwul, Pak Irwan, dan juga Pak Merdy.
  • Ipoel, penunggu KoepoeKoepoe yang pertama kali melontarkan ide ini ke gw.
  • Yosai, tanpa dia proyek TA ini mungkin ngga bakal seperti ini hasilnya. Thanks buat semua dukungan, info, serta masukannya.
  • Ibu Ani Sekarningsih yang bersedia menjadi subjek wawancara dan juga mendukung pembuatan proyek TA ini.
  • Lissy, my best buddy yg selalu mendukung meski nun jauh disana.
  • Teman-teman DKV Binus 2003 yang senasib sepenanggungan dan tetap saling membantu satu sama lainnya.
  • Anak-anak EverLucid yang juga selalu membantu gw mulai dari memberi inspirasi, ngajarin gw realisme dan penggunaan alat warna, selalu bersedia ngasih kritik dan saran, serta selalu support dengan pekerjaan gw ini.
  • Forum Aecletic Tarot yang juga mendukung gw dan selalu memberikan informasi yang berguna mengenai tarot.
  • Museum-museum yang juga memberikan banyak sekali informasi yang berguna untuk menjadi referensi pembuatan proyek, mulai dari Museum Nasional, Museum Wayang, dan juga Museum Tekstil.
  • TraxFM (101.4FM) yang selalu gw dengerin dan menemani gw selama berhari-hari mendem di kamar buat ngerjain tugas akhir ini.

Mungkin ada nama-nama yang tak tercantum (harap maklum dengan kondisi ingatan gw yg kadang suka nge-lag ^^;), tp buat semua yang telah membantu gw sampai saat ini gw benar-benar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tugas Akhir ini gw rasa masih banyak kekurangan di sana-sini, tapi semoga ke depannya gw bisa membuat yang lebih atau jauh lebih baik lagi.

*menggelinding bahagia*

^^v~

Ps. Di bawah ini adalah beberapa foto hura-hura yang diambil ketika sedang menanti-nanti pengumuman nilai. Yang ngerasa terpampang tampangnya silahkan ambil. xD








Friday, July 27, 2007

A Time for Judgement




Inilah momen-momen penting dalam hidup dan akhir dari kerja keras 6 bulan lamanya (more or less ^^;;). Entah kenapa gw cukup bersemangat untuk melakukan yang terbaik di semester terakhir ini. Mungkin dah banyak yang tahu proyek TA gw adalah Javanese Folktales Tarot. Beberapa item gw sebenarnya kurang memuaskan (mostly karena kebodohan gw sendiri --;), tapi yah gw terima apa adanya saja.

Sidang dibagi menjadi 4 kloter dimana masing-masing kloter dapat 3 hari untuk majang item dan mendekor, untuk sidang, dan terakhir untuk pameran sebentar sampai kemudian beres-beres membawa pulang kembali item masing-masing.

Gw kebagian di kloter ke-2, tapi karena penasaran maka berkunjunglah gw sewaktu giliran kelompok pertama. Semangat dan antusiasme mereka benar-benar terasa dengan dekor yang niat dan mantap serta item-item yang keren. Semua menambah ketegangan gw waktu itu.

Kemudian giliran gw mendekor pun tiba, tapi rasa tegang gw dah mereda. Banyak yang bilangin gw untuk jangan terlalu tegang dan juga hari-hari sebelum dekor gw terlalu sibuk mengurus hal-hal lain sehingga terlalu cape untuk merasa tegang. Thanks to my bro yang sedang menjalani masa orientasi sebagai mahasiswa baru maka gw terpaksa datang ke kampus jam 7.30. Terlalu pagi, pintu-pintu baru dibuka jam 9an dan anak-anak juga baru datang jam 10-11an. Selama mendekor yang namanya paku dan palu cukup membuat gw stress. Kenapa paku-paku itu selalu mental dan susah nancep dengan baik. >,<

Tapi proses mendekor dan menempatkan item berlangsung cukup cepat. Gw ngga nyangka bisa cukup lancar mengerjakan semuanya, padahal gw sendirian sementara yang lain panggil bala bantuan (keluarga, pacar, temen yang lagi nganggur, etc etc). Mostly gw cuma melilit meja dan kain dengan panel dan maku-maku untuk menempel atau menggantung barang-barang. Hasilnya ternyata lumayan nge-‘jreng’ (dalam artian heboh). Sebelumnya gw nga ngira bakal serame itu.

Gw nga tegang di kala mendekor, malah beberapa orang bilang gw terlalu santai jalan kesana-kemari atau terlalu rilex masih sempet-sempetnya duduk-duduk dan baca komik. ^^; Tapi semakin siang somehow tangan kiri gw mulai gemetaran. Apalagi kalau lagi dalam pose yang ngga rilex atau menggenggam sesuatu. Makin siang badan gw semakin ngga enak diikuti dengan suara gw yang semakin lemas.

Menurut beberapa teori dan pendapat, ada kemungkinan :

- gw terlalu cape dan itu efek sampingnya

- lagi-lagi gw masuk angin

- alam bawah sadar gw terlalu tegang menghadapi sidang ^^;;;

Ketika hari sidang tiba pun gw berusaha untuk tidak terlalu tegang, namun sayangnya kali ini gw mao nga mao harus tegang. Gw dapet giliran pertama, antara untung dan ngga beruntung. Untung karena gw belom bisa dibandingin sama siapa-siapa tapi ngga untung karena gw langsung dipanggil tanpa punya bayangan sidang mesti ngomong apa aja. And yep, gw melakukan banyak kesalahan. Banyak hal yang mestinya gw jelasin tapi malah kelupaan sampai kemudian dosen penguji gw mempersoalkan kekurangan presentasi gw. Apalagi sidang in bener-bener beda dengan presentasi-presentasi sebelumnya, kali ini seolah-olah dosen disana bener-bener buat neken dan mencari kekurangan TA serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang nancep.

Gw sangat-sangat ngga yakin dengan hasil sidang gw kali ini kalau liat cara gw presentasi. Tangan gw bener-bener makin dingin setiap dosen nanya sesuatu yang sulit untuk dijawab, apalagi gw malah sempat mengajukan fakta yang salah. --;;; (Huah, kacau kacau kacau OO;;;, kenapa gw bisa begitu bodoohhhh!!!) Tapi item-item gw yang beberapa bikin gw ngga puas ternyata malah ngga dipermasalahin, dan gw juga puas dengan dekor yang gw lakukan.

Well, toh semua sudah berlalu dan yang bisa dilakukan sekarang cuma menunggu dan menanti nilai yang baru keluar minggu depan. Dan kayaknya badan ini mang sudah masuk angin... Gw dah lega banget dan terlalu cape... so... gw tidur dulu....

Zzzz....



Monday, July 16, 2007

Yoroshiku Honey & Clover~

Hari ini gw beli 2 ekor kelinci baru. Seekor Lop dan seekor Australian (Ndak gitu ngerti dengan pembedaannya, tp Australian kayaknya semacem ras buat kelinci-kelinci campuran klo liat ragam belang-belang mereka yang kadang-kadang mirip kelinci jenis lain). Tadinya gw cuma pengen beli seekor Lop aja, tapi takutnya dia stress kalau Cuma satu kandang sendiri. But beli Lop seekor lagi lumayan menguras duit, so akhirnya gw beli Australian yg jauh lebih murah tp juga imut banget. =3 Gw memilah-milah diantara semua Australian yang gw sukai dan milih yg paling aktif. xD

Gw belom tahu masing-masing gendernya, tp apapun sih ngga masalah selama bukan cowo sama cowo (jangan bilang kelinci ngga bakal berantem. Kaki kanan gw dah jadi korbannya --; ). Seperti yang dah tertulis di judul, yang Lop gw kasih nama Honey dan yang Australia dikasih nama Clover. Diambil dari anime series "Honey and Clover", cerita kehidupan sekelompok mahasiswa universitas seni yang jenaka banget. ^^ Meski cerita humor, anime ini ngebahas kehidupan mahasiswa yang lumayan dalam dan sedikit banyak bikin gw berasa ceritanya deket dengan kehidupan gw sendiri.

Anyway, kembali ke para kelinci imut. Gw seneng banget dengan kedatangan mereka ke rumah gw sampai daritadi gw bolak-balik melulu ke kandang kelinci demi mengelus-elus mereka. Apalagi Clover selaen aktif ternyata juga mang suka dielus. Mungkin dah kebiasa ama tangan. ^^; Kata penjualnya Joney dah sekitar 4-5 bulan sementara Clover baru 2 bulan. Mereka sekarang masih kecil dan imut banget. ^____^ Tapi seiring dengan waktu kayaknya bakal membesar seperti kelinci-kelinci Dutch gw yang laen. ^^;;

Here’s my other family member. =3 Kuroyan, Pichu, Kiki, dan Embul si Marmut. Yang kelinci-kelinci Dutch rata-rata umurnya dah 2 ½ tahun. Kuroyan satu-satunya cowo (yg dah ketauan cowo ^^;) dan juga punya pola bulu yg rada beda dengan Dutch pada umumnya. Pichu kupingnya sedikit rusak dan paling agresif diantara semua kelinci gw ^^;. Sementara Kiki, kelinci terbesar yang gw punya dan juga cukup jinak meski ngga suka digendong. Tp matanya rusak satu gara-gara pernah luka. --; Embul dah 3 tahun lebih umurnya, so dia sebenernya yg
tertua diantara semuanya meski bukan yang
paling besar. ^^;


Friday, July 13, 2007

Berjalan-jalan

Belakangan gw menyadari kalau gw punya kebiasaan baru. Dalam sebulan ini sudah 3 kali gw jalan kaki dengan jarak yang lumayan, namun bukan buat olahraga ato diet. 3 kali gw jalan kaki buat meredam emosi. Pertama kali dari PS sampai Mayestik ketika gw sedang kesal di PS (kenapa keselnya dirahasiakan saja ya xD;). The normal me biasanya lebih milih buat naek 102 sampai Mayestik, tp kali ini gw terlalu malas buat naek bus dan memilih untuk jalan kaki.

Kedua kali, gw benar-benar kesal setelah keluar dari salah satu tempat jilid dan digital print (nama dirahasiakan, tp bisa tebak2 sendiri lah buat yang tahu =3) dan ditambah dengan stress akan Tugas Akhir. Akhirnya karena gw mau ngeprint large format di daerah Panglima Polim, gw pun berjalan kaki dari Darmawangsa Square ke Panglima Polim. Toh gw pikir jalannya ngga jauh-jauh amat. Tp gw sempet nyasar ke Blok S sehingga jalur jalan gw jadi lumayan jauh. Setelah selesai mengeprint poster, gw kembali berjalan dari Panglima Polim ke Gandaria, menuju salah satu tempat jasa pelayanan dokumen yg lumayan terkenal disana. ^^;

Dan kemudian yang ke-3 terjadi kemarin, beda dengan dua perjalanan sebelumnya, kali ini gw memutuskan berjalan bukan dipicu karena suatu kejadian mengesalkan. Tp stress gw akan TA lumayan menumpuk. Gw hendak bikin panel dari poster gw dan gw inget di deket rumah gw seharusnya ada beberapa tempat pembuatan frame. Tapi ternyata tempatnya ngga sedekat yang gw kira sehingga dari rumah gw di Cirendeu gw berjalan sampai dekat lapangan terbang Pondok Cabe.

Entah apa mang sekalian gw pingin olahraga, atau karena gw terlalu kesal dan stress sampe males ngeluarin duit buat kendaraan umum, atau mungkin gw terpengaruh karena membaca salah satu jurnal di http://popsy.wordpress.com. xD Tp kalo liat timbangan kayaknya ngga terlalu ngefek juga sih. ^^;

Dalam perjalan kakian pertama dan kedua gw bener-bener berjalan sambil ngedumel dalam hati sambil berpikir dan pelan-pelan mendinginkan emosi gw yang sedang berkoar-koar. Gw tebak tampang gw waktu itu pasti ngga enak banget. ^^; Tapi sepertinya cara ini lumayan berhasil. Yang tadinya panas banget sampe sumpek buat mikir pelan-pelan gw bisa kembali berpikir logis meski kesel-keselnya masih rada kebawa.

Sementara di acara jalan kaki yang-ke-3 gw lebih berpikir sambil observe apa yang gw lewati. Gw baru nyadar kalau di deket rumah gw ada banyak toko yang berhubungan dengan bangunan ato jasa interior-eksterior mulai dari kayu, lantai, genteng, furniture, bahan bangunan, dan lain sebagainya. Mungkin karena daerah tempat tinggal gw yang sekarang bisa dibilang daerah suburban yang sedang berkembang. ^^ Jadi tau ngga usah nyari jauh-jauh klo gw butuh material tertentu.

Kayaknya gw mesti terus ngembangin kebiasaan kayak gini deh. Murah, sehat, dan positif. ^^

Monday, July 9, 2007

The Pink and I~

Pernah suatu ketika (kayaknya waktu SMP ato SD) ada yang bilang ke gw kalo pink itu norak, jelek, dan too girly abis. Karena waktu itu adalah masa-masanya gw belom menemukan identitas diri makanya gw pun sok ikut-ikutan ngga suka pink dan selalu menjawab ‘putih’ klo ditanya apa warna kesukaan gw. ^^;;


Setelah beberapa lama gw beralih dan memilih hijau (warna-warna natural) sebagai warna kesukaan gw kalo ditanya. Dalam desain ato gambar warna2 alam dah jadi pilihan favorit gw. Sampai kemudian gw menyadari... mata gw ternyata paling cepat tertarik buat melihat warna pink. Banyak baju, cardigan, dan jaket gw berwarna pink, handuk gw warna pink, sendal yang paling gw sayang pun berwarna pink. Tiap gw ke tempat belanja pun mata gw pasti langsung kegeret klo nemu warna pink, klo beli es krim paling sering selalu campuran vanilla dan strawberry, and I love salmoonnn!!! xD; Sekarang gw memutuskan untuk ngga indenial lagi klo gw secara natural dah cinta ama pink.

Well, bukannya gw beralih dari hijau ke pink sih. Hijau udah kayak identitas diri dan tetep jadi primary color buat gw. Sedikit jadi pertanyaan juga kenapa gw bisa lebih mudah bikin desain ato gambar dengan warna2 natural sementara gw susah banget bikin desain ato gambar menggunakan pink. --; Gw juga masih suka dengan warna-warna pale (baby blue, baby green, baby purple, baby yellow, etc, thanks to Baby G-shock yang dulu pernah sempet ngetrend), tp kalo dijejer mungkin masih kalah dengan the cute baby red.

Dalam bahasa warnanya, pink melambangkan cinta dan kasih sayang, warna pastel yang tenang dan memberikan mood romantis. Pink identik dengan kata ‘sweet’. Pink juga memiliki kesan hangat yang lembut, bahkan bisa jadi elegan dan dinamis tergantung lagi jalan dengan warna apa ^^. Menurut The Complete Color Harmony, diantara semua warna, pink adalah yang paling pasif dan paling feminim.

Meski demikian pink punya kekuatan untuk meredam emosi-emosi negatif seperti amarah dan niat jahat (konon di hadapan warna ini orang susah buat marah ato bertindak agresif ^^;), dan kadang digunakan sebagai terapi buat orang yang ngga bisa tenang ato cenderung suicidal. So don’t underestimate them. >3

Monday, July 2, 2007

Comic, Community, and Me

Ketika KondeFest (Festival Komik Satu Dekade) akhirnya usai di tanggal 1 Juli 2007, gw merasa aneh dan campur aduk. Pertama mungkin lega karena kegiatan bolak balik Ancol ini selesai (Well, rumah gw ke Ancol itu jaraknya lumayan. Gw bersyukur busway bisa mengantar gw sejauh itu dengan 3500 Rupiah. ^^;) tp entah kenapa dibanding perasaan lega gw lebih berasa sayang sekali semua ini berakhir. Ternyata 10 hari itu cepat. Gw sangat senang bertemu banyak orang yang sekomunitas dengan gw, dan semua kegiatan ini sangat memotivasi gw untuk terus serius di bidang ini. Thanks berat buat para panitia yang dah bikin acara ini dan memberi kesempatan ke gw untuk buka stand.

Informasi mengenai KondeFest lebih lanjut bisa dilihat di http://kondefest.org

Di hari terakhir gw inget Bang Beng bilang kira-kira begini, “Komunitas kita memang masih kecil dan minoritas banget, so ketika acara kayak begini ada lagi kita pasti bakal saling ketemu satu sama lain.” Ketika itu yang terlintas di kepala gw adalah ngga banyak yang ambil bidang ini kalau dibandingkan beragam jenis pekerjaan lain yg digeluti masyarakat Indonesia, dan gw ngga bener-bener memahami apa arti minoritas sampai keesokan harinya.

Hari ini gw memutuskan untuk jalan-jalan di PS bersama my Lil’ Bro sedikit refreshing. Tiba-tiba salah seorang teman SMP gw yang baru pulang dari sekolahnya di luar negri menelpon sebentar. Gw sempet bilang kalau belakangan gw sibuk pameran komik Indonesia. Dan kemudian tanggapan dia adalah, “Aduuh tanteee, dah umur segini masih baca komik aja...” dan ketika gw coba jelasin kalau ini pameran untuk para komikus Indonesia, “Komik Indo? Kayak Gatotkaca gitu? Eew...”

Terus terang gw kaget karena meski gw tau lifestyle kita rada berbeda gw ngga nyangka bakal keluar statement itu dari mulutnya ke gw yang memang berkubang di dunia ini. Tapi gw jadi mengerti seminoritas apa komunitas komik, dan gw sadar kalau pikiran seperti itu mungkin bukan temen gw aja yang punya. Banyak sekali orang yang memang masih memandang komik sekedar hiburan anak-anak, atau komik-komik bertema wayang dan budaya dianggap ketinggalan jaman.

Gw bersyukur masih bisa berhubungan dengan komunitas komik dan bertemu banyak orang yang seminat. Gw bersyukur masih bisa bersahabat dengan mereka yang juga serius untuk menggambar ataupun bikin komik. Tanpa mereka mungkin bermimpi untuk membuat komik sendiri pun ngga akan muncul dalam cita-cita gw.


Ps. Buat temen yang gw maksud, u still my dear friend. Mungkin buat u gw aneh dan kekanakan, tp gw berharap setidaknya u ngerti klo seperti inilah gw. ^^